Suami Istri Bersaing dalam Kebaikan

Achmad Zaky dan Diajeng Lestari bukalapak hijup generus
Achmad Zaky dan Diajeng Lestari. Foto: instagram.com/diajenglestari

Pasangan suami istri ini sama-sama punya usaha startup jual-beli online (e-commerce). Mereka adalah pasangan Diajeng Lestari, pendiri Hijup dan Achmad Zaky, pendiri Bukalapak. Mereka percaya apa yang dibangun bukan hanya soal bisnis, tapi juga sebagai ladang pahala jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Terbukti karya mereka membantu dan mengubah hidup banyak orang.

Achmad Zaky memulai Bukalapak dengan tujuan untuk memajukan pedagang-pedagang UKM (Usaha Kecil dan Menengah) lewat internet. Sebelum membangun Bukalapak, Zaky pernah jualan mie ayam saat kuliah, beberapa bulan berjualan mie ayam, ia tidak bisa melanjutkan. Roda usahanya terhenti di tengah jalan karena tidak memperoleh hasil yang diharapkan.

Saat Zaky membuat web bukalapak.com pun tidak langsung sukses, web yang dia buat itu sepi pengunjung, alias tidak ada yang mau pasang produk di market placenya itu. Ia mulai berfikir keras bagaimana mendatangkan pengguna Bukalapak. Ia pun langsung door to door, mendatangi para pemilik toko untuk mamajang produk di Bukalapak. Selain itu juga kirim email ke berbagai perusahaan tapi hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

Zaky tidak menyerah, ia mulai promosi manual lewat Facebook. Setiap hari dia massage via inbox Facebook kepada 500 akun sampai dua tahun lamanya, ia melakukan itu tanpa henti. Dari sinilah Bukalapak mulai mendapat pengunjung. Perlahan dan pasti, setiap hari makin bertambah seiring berjalannya waktu serta promosi tanpa henti.

Singkat cerita, upaya Achmad Zaki dan rekan-rakan membuahkan hasil. Mulai tahun 2014 Bukalapak mendapat suntikan dana dari investor mencapai ratusan miliar rupiah. Seiring perjalan waktu, bisnis Bukalapak pun terus membesar. Bukalapak yang semula dirintis dari kamar kos-kosan kini mampu menemukan pasarnya tersendiri hingga terkenal seantero Indonesia bahkan luar negeri. Dari karyawan yang jumlahnya hanya hitungan jari, kini sudah lebih dari 1.000 orang. Hingga hari ini, jumlah total transaksi di Bukalapak mencapai lebih dari Rp 3 miliar per hari.

Karena pernah merasakan bagaimana menjadi seorang pengusaha kecil menengah, Achmad Zaky pun menaruh perhatian khusus bagi perkembangan UKM di Indonesia. Terbukti sejak awal berdiri, sekarang Bukalapak telah menjelma menjadi e–commerce besar yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Bukalapak telah sukses membantu banyak orang, Bukalapak menjadi jembatan kepercayaan antara penjual dan pembeli. Para penjual omsetnya meningkat setelah memasang produknya di Bukalapak. Bukalapak juga ikut serta membangun perekonomian negara dengan memberdayakan UKM di Indonesia dengan menjual produk – produk mereka secara online.

Sementara itu Ajeng, setelah menikah dengan Zaky dan seringnya berinteraksi dengan sang suami membuat Diajeng Lestari terbuka pemikirannya. Zaky menularkan visinya pada sang istri untuk memanfaatkan internet untuk kebaikan.

Diajeng Lestari yang memang sudah jenuh menjadi karyawan dan sulit menemukan hijab yang akan dikenakan dalam kesehariannya mencetuskan ide untuk membuat situs komersial yang mengkhususkan diri pada penjualan busana muslimah. Zaky mendukung penuh ide tersebut dan membantu Istrinya mendirikan Hijup. HIJUP sendiri adalah kependekan dari Hijab Up (seperti pada kata make up atau dress up).

Banyak dorongan yang melatarbelakangi Diajeng Lestari mendirikan Hijup. Secara internal, Diajeng Lestari ingin membuat muslimah yang mengenakan hijab selalu merasa “UP”, percaya diri, dan merasa bahagia dengan penampilan yang syar’i. Secara eksternal, Diajeng Lestari ingin mengubah wajah industri Islamic fashion di Indonesia menjadi lebih baik, lebih sustainable, dan lebih bermanfaat. Cita-cita Ajeng sebenarnya sederhana: dia ingin jadi agen perubahan.

Saat ini, Hijup telah sukses dan dikenal berbagai kalangan. Hijup pun telah menjadi salah satu e-commerce pertama di Indonesia bahkan dunia yang bergerak dibidang fesyen muslim. Bahkan kini, Hijup sudah sukses mengirim beberapa koleksinya ke 50 negara di dunia.

Dibalik perempuan hebat ada pria hebat dibelakangnya. Zaki dan Ajeng mengungkapkan butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mewujudkan mimpi mereka. Semua melalui proses dan perjuangan, yang tak kalah penting adalah usaha kerja keras, kerja cerdas dan doa.

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply