Pentingnya Melek Finansial untuk Istri Milenial

perempuan generus indonesia
Literasi finansial perempuan muslimah. Foto: shutterstock.com

Seorang istri sholihah dituntut supaya bisa mengatur rumah tangga termasuk dalam hal keuangan. Istri yang melek finansial sangat dibutuhkan untuk mengelola keuangan keluarga. Namun memahami keuangan bukanlah sesuatu yang mudah. Tak semua istri mahir mengelola keuangan keluarga terutama istri milenial.

Secara umum, kondisi literasi keuangan perempuan Indonesia belum menggembirakan dibandingkan laki-laki. Perempuan Indonesia yang dianggap memiliki pemahaman keuangan yang cukup hanya sebesar 18,84 persen dari total responden, sedangkan porsi laki-laki yang memiliki pemahaman keuangan sebesar 24,87 persen. Data ini berasal dari laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Begitulah tingkat melek finansial perempuan Indonesia. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan literasi finansial.

Hal ini tak lepas dari konstruksi gender dalam masyarakat. Meski kini sudah banyak istri yang bekerja, urusan mengatur uang masih dianggap sebagai urusan suami.

Sumber pemasukan sudah dua yaitu dari suami dan istri, tapi pola pikir yang dipakai masih lama. Perempuan ikut cari uang, tapi ngurus rumah juga. Pandangan urusan duit adalah urusan laki-laki masih terbawa meski perempuan sudah bisa cari uang.

Istri punya peran yang sentral dalam pengelolaan ekonomi keluarga. Bahkan meskipun pengelolaan keuangan keluarga dilakukan bersama suami, seorang istri tetap penting untuk memiliki pengetahuan finansial.

Dengan melek finansial, seorang istri juga akan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan keuangan. Ia juga akan mampu mempersiapkan masa tua sejak masih produktif agar kelak tidak membebani anak. Bagaimanapun, mempersiapkan masa tua adalah kewajiban mereka sendiri.

1. Manajemen Keuangan dengan Baik

Manajemen keuangan lebih dari sekadar menyusun anggaran bulanan. Mengelola keuangan keluarga berarti juga mampu menentukan kebutuhan yang akan datang, mengelola aset, investasi, dan mengambil keputusan keuangan yang cerdas demi kebaikan keluarga.

Seorang istri, perlu memiliki kemampuan untuk menyusun anggaran. Lewat penyusunan anggaran tersebut, ia yang melek finansial bisa mengatur berapa banyak uang bisa dibelanjakan bulan ini, dan berapa yang harus disimpan untuk kebutuhan masa depan.

Lewat manajemen keuangan juga seorang istri bisa mengetahui berapa banyak dana darurat yang harus disisihkan, atau berapa banyak cicilan yang bisa diambil.

2. Mampu Memilah Keinginan dan Kebutuhan Keluarga

Perlu pemahaman bahwa tak semua yang diinginkan harus dipenuhi. Ada saatnya kita fokus pada kebutuhan, bukan keinginan. Seorang istri yang melek finansial akan tahu bahwa mengelola keinginan dan kebutuhan adalah hal yang sangat penting. Dua sifat manusia inilah yang seringkali memicu seseorang atau sebuah keluarga untuk mengambil keputusan finansial yang penting, yang bisa saja mempengaruhi keuangan keluarga.

Istri yang melek finansial akan mampu membuat keputusan finansial yang bijak berdasarkan kemampuan keuangan keluarga saat ini. Istri dapat menilai, apakah dengan kondisi keuangan saat ini, mencicil kendaraan baru adalah hal bijak atau tidak. Perlukah mengganti HP baru? Baju dan tas baru?

Pengetahuan tentang keuangan akan menjadi bekal penting untuk mengambil keputusan finansial yang tepat, bahkan juga keputusan terkait hal-hal yang lebih sederhana seperti pengeluaran belanja, tabungan, dana pendidikan, dan lain-lain. Dengan melek finansial, istri akan lebih memahami apa yang penting untuk dilakukan, dan mampu membuat keputusan yang baik untuk keluarga.

3. Berinvestasi untuk Jangka Panjang

Istri yang melek finansial akan mengetahui bahwa salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Misalnya, kebutuhan dana pendidikan untuk anak. Tabungan umrah dan haji, tabungan untuk Kurban Idul Adha. Begitu juga dengan kebutuhan dana pensiun untuk kedua orang tua. Ini penting agar keluarga tidak kaget ketika ada kebutuhan yang sebetulnya bisa dipersiapkan sejak lama.

Dengan memahami kebutuhan jangka panjang, istri juga dapat menentukan investasi yang pas untuk masa depan. Misalnya, dengan membuka tabungan berjangka untuk tabungan anak atau tabungan pensiun, atau bahkan investasi yang lebih advance.

4. Mengubah Hobi Jadi Uang

Banyak suami mengeluh istrinya hobi belanja. Banyak suami komplain istrinya hobi kecantikan. Banyak suami sedih istrinya hobi piknik. Banyak suami galau istrinya hobi kuliner.

Mengapa hobi itu tak dijadikan jalan rezeki, minimal untuk dirinya sendiri? belajar untuk bisa menghasilkan dari hobinya. Misal, hobi makan dan masak, coba bisnis kuliner. Insyaa Allah dengan begitu akan suka cita melakukannya. Namanya juga hobi.

Jika suka shopping, mulai belajar buka bisnis online. Buatkan lapak di sosial media dan marketplace agar bisa jualan. Sembari shopping, sekalian kulakan. Dijamin akan senang hati melakukannya. Namanya juga hobi.

Sekarang dengan adanya matketplace memudahkan perempuan untuk bisa menjalankan dua hal yaitu menjaga keluarga dan mencari uang dalam waktu yang sama.

Perempuan juga bisa mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam bidang ekonomi lewat gadget. Supaya bisa memanfaatkan gadget bukan hanya digunakan untuk bermedia sosial dan WA saja. Tapi juga bisa memberikan kontribusi untuk nilai ekonomi keluarga.

Leave a Reply