Pengajian Keputrian, Menjadi Wanita Berakhlak Mulia

Peserta Keputrian Bandung
Peserta Keputrian Bandung melakukan yel-yel berkelompok. Foto: instagram.com/generusbandara

Allah memberikan dua kecantikan pada perempuan, yaitu kecantikan fisik dan kecantikan hati, yang menjadikan perempuan diciptakan sebagai pribadi yang lemah lembut, anggun, dan berakhlak mulia.

Kecantikan seorang perempuan akan menjadi lebih sempurna, saat ia tidak hanya menonjolkan kecantikan fisiknya saja, tapi yang lebih penting adalah kecantikan dari dalam hatinya atau inner beauty lewat akhlakul karimah.

Itulah yang mendorong Keputrian Kota Bandung mengadakan acara yang bertemakan “Karimatunnisaa” pada Minggu, 7 April 2019 di Gedung Serba Guna Al Haq, Kota Bandung. Event ini dihadiri oleh 200 remaja putri dan 152 pra remaja putri LDII Kota Bandung Rayon Utara.

Acara diawali dengan penyampaian dalil-dalil Alquran dan Hadits oleh Ustadzah Tenri. Menjadi wanita baik adalah hal yang harus diutamakan, terutama di zaman sekarang saat pergaulan bebas telah merajalela.

Penampilan fisik memang menjadi perhatian lebih dalam menilai seorang perempuan. Namun, akhlakul karimah merupakan faktor utama untuk menjadi wanita yang saleh. Akhlak dan keterampilan inilah yang menjadi perhatian utama bagi Keputrian Bandung.

Kebaikan akhlak dan hati perempuan akan membuat kecantikannya terpancar. Hati dan akhlak yang baik dalam islam lebih utama dari kecantikan fisik itu sendiri, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Shahih Muslim.

Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tapi Allah melihat hati dan amalan kalian.”

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Melly Nurqomari dengan metode group discussion. Dalam forum tersebut, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diminta untuk membuat sebuah mini drama dari salah satu tema yang sudah ditentukan.

Dalam dunia pendidikan, drama dapat dipergunakan sebagai metode interaksi edukatif secara kelompok. Selain menghibur, drama digunakan sebagai sarana pendidikan yang interaktif dengan visualisasi dari para peserta dalam memainkan sebuah peran serta penyampaian pesan moral di dalamnya.

Tema yang disediakan berkaitan dengan akhlakul karimah, yaitu bersyukur, mempersungguh, berdoa, mengagungkan, mujhid muzhid, jujur, amanah, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik.

Setiap pementasan drama memiliki pesan moral kehidupan yang ingin disampaikan kepada penonton. Pesan moral tersebut juga lebih efektif diterima oleh para pemain karena mereka harus menghayati peran tersebut dan bisa mengambil hikmahnya.

Dengan diadakannya kegiatan Keputrian Bandara yang bertemakan “Karimatunnisa” ini, diharapkan seluruh remaja dan pra remaja putri Bandung Generasi Juara tidak hanya fokus memperhatikan penampilan luar saja, namun juga agar selalu belajar dan berusaha menjadi wanita-wanita sholihah yang memiliki akhlakul karimah.

Leave a Reply