Pendidikan Singapura Terbaik di Dunia, Apa Rahasianya?

Pendidikan Generus IndonesiaIndonesia
Pendidikan Ilustrasi: merdeka.com

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis daftar peringkat kualitas pendidikan. Singapura menduduki peringkat pertama pendidikan terbaik di dunia. Sementara Indonesia berada dalam peringkat 69 dari 76 negara.

Hasil PISA (Programme for International Student Assessment), Indonesia masih berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk Singapura.

PISA adalah survei internasional tiga tahunan yang diselenggarakan oleh OECD yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji keterampilan dan pengetahuan siswa berusia 15 tahun yang mendekati akhir dari pendidikan wajib mereka.

PISA menilai seberapa baik mereka dapat menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah untuk situasi kehidupan nyata. Lebih dari 90 negara telah berpartisipasi dalam penilaian yang dimulai sejak tahun 2000 ini.

Setiap tiga tahun siswa diuji dalam mata pelajaran utama, yakni literasi, matematika dan sains. Standar yang dikeluarkan PISA menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pendidikan yang dipakai oleh berbagai negara.

Dari segi ranking PISA Singapura selalu menempati posisi pertama dengan perolehan skor rata-rata siswa 1.655. Apa rahasianya?

Kurikulum berfokus pada pengembangan diri

Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung pernah menyampaikan, “Belajar bukan berkompetisi” dan berencana melakukan serangkaian perubahan bertujuan untuk mengurangi kompetisi nilai antar siswa dan lebih mendorong siswa berkonsentrasi pada pengembangan pembelajaran dan diri mereka sendiri.

Mulai tahun 2019, ulangan atau tes untuk siswa tahun sekolah dasar (6 tahun) dan sekolah menengah (4 tahun) akan dihapus. 

Untuk tujuan ini, buku-buku laporan sekolah dasar dan menengah (rapor) tidak akan lagi menunjukkan apakah seorang siswa tuntas menyelesaikan subyek pelajaran dengan menghilangkan rata-rata kelas, nilai total, nilai minimum, dan maksimum. Rapor siswa tidak lagi menyorot gagal atau mencatat gagal atau berhasil di akhir tahun ajaran. Yang pasti, pemeringkatan dalam kelas atau sekolah akan dihilangkan.

Kementerian Pendidikan Singapura menyampaikan guru akan terus mengumpulkan informasi perkembangan pembelajaran siswa melalui diskusi, pekerjaan rumah dan kuis. Sekolah akan menggunakan pendekatan “deskripsi kualitatif” sebagai ganti nilai.

World Economic Forum (WEF) melalui weforum.org menyebutkan,”Pendekatan baru Singapura terhadap pendidikan sangat kontras dengan negara-negara tetangga yang mengejar peringkat pendidikan Program OECD untuk Penilaian Pelajar Internasional atau PISA.”

Perubahan paradigma pendidikan Singapura dari berorientasi akademik menjadi pendidikan berorientasi holistik akan membawa perubahan serius bagi masa depan Singapura. Kebijakan ini tidak lagi mengejar pada kesempurnaan akademis namun kini lebih kepada pengembangan kemampuan interaksi sosial dan kompetensi dalam mengambil keputusan.

Praktik pembelajaran di kelas akan disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan siap bekerja di berbagai sektor layanan yang terus berkembang.

Serangkaian program “pembelajaran terapan” dijadwalkan dimulai pada tahun 2023 untuk meningkatkan pengembangan pribadi dan membantu siswa memperoleh keterampilan di dunia nyata.

Program ini memungkinkan anak-anak Singapura untuk terjun ke dalam topik-topik “ekspresif” seperti drama dan olahraga serta lebih banyak area pembelajaran berfokus pada industri seperti komputer, robotika, dan elektronik.

WEF dalam laporan tentang “Future Jobs” menyampaikan setidaknya akan ada 42% perubahan kemampuan kerja antara tahun ini hingga 2022.

Soft skill seperti kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan dan kemampuan memecahkan persoalan menjadi kemampuan dasar yang sangat penting. Laporan tersebut mengingatkan kita untuk selalu menjadi manusia pembelajar.

Guru sebagai kunci kualitas pendidikan

Guru memiliki tanggung jawab yang tinggi karena perannya menentukan masa depan bangsa secara berkelanjutan. Tidak bisa dipungkiri, selain kurikulum, tenaga pendidik atau guru juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah pendidikan. 

Sebaik apapun kurikulum, guru tetaplah menjadi peran utama saat kurikulum tersebut dilaksanakan. Guru harus memiliki kemampuan dan keterampilan untuk mengelola pembelajaran tanpa mengesampingkan psikologis siswa dalam belajar.

Manajemen pendidikan yang terstruktur di Singapura berhasil menjadikan tenaga pendidik kreatif dan profesional, sehingga merasakan itu bukanlah sebuah tekanan. 

Profesi guru di Singapura merupakan profesi yang terhormat. Seorang guru yang pernah diberhentikan dari profesinya, maka ia tidak akan pernah menjadi guru lagi. 

Guru di Singapura menganggap bahwa semua yang ada dalam pendidikan merupakan hal penting, sehingga dalam melaksanakan pekerjaan ia selalu totalitas, karena manajemen pendidikan dan pengawasan kepada guru sangatlah ketat.

Singapura merupakan negara yang sangat berfokus penuh terhadap pendidikan sehingga pendidikan di sana sangat diperhatikan. 

Singapura sendiri bahkan rela menghadirkan guru-guru dari luar negeri demi memperbaiki kualitas pendidikan. Sudah semestinya guru menjadi orang yang selalu haus akan ilmu, sehingga ia selalu bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya seiring dengan perkembangan zaman.


Leave a Reply