Mengisi Liburan dengan Asrama

Asrama Generus indonesia
Pengajian Asrama Caberawit

Saat liburan kebanyakkan anak-anak sekolah menghabiskan waktu liburan dengan jalan-jalan bersama keluarga, nonton TV, bermain game di handphone (Hp) android, dan melakukan kegiatan-kegiatan lain yang kurang bermanfaat.

Berbeda halnya dengan PC LDII Pondok Jaya, Bintaro yang mengadakan pengajian ALIS (Asrama Liburan Sekolah)  untuk anak-anak umur 5-12 tahun.  Kegiatan ini diadakan pada tanggal 1-6 Juli 2019 di daerah Bintaro. Acara ini turut dihadiri oleh 34 orang dari wilayah Jakarta Selatan, Depok, dan Bandung.

Tujuan diadakan kegiatan ini adalah membuat liburan sekolah menjadi menyenangkan dan lebih bermanfaat karena di kegiatan ini anak-anak dibekali ilmu pengetahuan agama, melatih kebiasaan untuk tertib, membina agara memiliki akhlakul karimah, serta melatih anak-anak menjadi lebih mandiri.

Kegiatan Asrama liburan sekolah ini terdiri dari :

  • Materi agama dan akhlak, seperti : Membaca Al- Qur’an dan tilawati, hafalan Al-Qur’an, adab kepada orang tua, adab makan dan minum, dan adab ketika tidur.
  • Olahraga pagi bersama
  • Games Outbound, kelas memasak, dan Fun games lainnya.

Dari kegiatan Asrama Liburan Sekolah tersebut juga memiliki manfaatnya seperti :

  • Untuk mengajarkan dasar-dasar Islam. Yakni dengan mengenalkan tauhid kepada anak, mengenalkan pokok aqidah islamiyyah (dasar-dasar aqidah Islam) seperti rukun iman yang enam, juga mengenalkan maknanya demikian juga mengajarkan rukun-rukun Islam kepada anak seperti makna syahadat, tentang salat, zakat, puasa, dan haji.
  • Untuk membiasakan adab-adab Islam kepada anak. Misalnya mengajarkan adab makan, adab mengucapkan salam, adab bersin, adab di majlis, adab menguap, adab ketika tidur, adab berbicara, adab buang air dan sebagainya.
  • Menjadikan anak menjadi sholih dan sholihah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang mengikuti agama kawannya, maka hendaknya salah seorang di antara kamu melihat siapa yang menjadi kawannya.” (HR. Abu dawud )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” (HR. Ahmad).

https://www.instagram.com/p/B0A3oKrnLFz/?igshid=s088lwtv25nq

Manusia tidak memiliki kuasa apa-apa untuk mendapatkan ilmu, kecuali jika Allah mengizinkan. Oleh karenanya, kita dianjurkan untuk berdo’a kepada Allah dengan sungguh-sungguh supaya dianugerahi ilmu yang bermanfaat. Tanpa ilmu, manusia akan hidup di dalam kegelapan. Sebab, ia tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.