Mengenal Kepribadian Ekstrovert dan Introvert

Ekstrovert dan introvert
Ekstrovert dan introvert

Dalam psikologi, tipe kepribadian seseorang terbagi menjadi beberapa macam, namun secara umum dibagi ke dalam tipe ekstrovert dan introvert. Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita termasuk ekstrovert atau introvert, bisa dilihat dari kebiasaan sehari-hari.

Dari poin-poin berikut, kamu bisa menyimpulkan apakah kamu tergolong introvert atau ekstrovert? Atau justru berada antara keduanya, yakni ambivert?

Dua tipe ini tak bisa dipahami atau diukur secara pasti, paling tidak kita jadi bisa memposisikan diri dengan lebih baik ketika berhadapan dengan orang lain jika kita memahami sifat dominan seseorang.

Jika kamu adalah seorang introvert, kembangkan dirimu untuk lebih membuka diri dan berinteraksi dengan orang lain. Jika kamu adalah orang ekstrovert, tingkatkan kemampuan untuk memahami orang lain melalui refleksi diri.

Psikologi Generus Indonesia merangkum perbedaan orang introvert dan ekstrovert dalam kehidupan sehari-hari. 

Energi utama

Ekstrovert didefinisikan sebagai orang-orang yang senang berada di antara banyak orang. Mereka yang ekstrovert pada umumnya memiliki keinginan yang kuat terhadap pengalaman baru yang menarik, hubungan sosial, dan kesempatan memimpin. Pendorong atau energi utama ekstrovert adalah lingkungan atau dunia luar berupa orang lain maupun benda.

Sementara introvert didefinisikan sebagai orang-orang yang lebih suka menyendiri dalam beberapa kegiatan kreatif, seperti membaca atau menggambar. Mereka bukannya anti-sosial, hanya saja introvert merasa lebih cocok bergaul pada lingkup sosial yang lebih kecil. Mereka memiliki empati dan berteman akrab dengan segelintir orang saja.

Pendorong atau energi utama introvert berasal dari dalam dirinya. Ada pula ambivert, yakni mereka yang memiliki karakter ekstrovert dan introvert.

Berkomunikasi

Apakah kamu lebih suka berkomunikasi secara verbal atau non verbal (tulisan)? Seorang introvert akan berpikir di dalam kepala mereka sendiri dan cenderung menyimpannya sampai mereka merasa yakin, baru kemudian diutarakan. Sebaliknya, ekstrovert akan mengkomunikasikan secara verbal apa yang mereka pikirkan dan selalu mencari ruang untuk berdiskusi.

Dalam pergaulan

Ekstrovert mungkin memiliki banyak kenalan dan teman, tapi mereka kadang tidak benar-benar mengenalnya dengan baik. Hanya beberapa orang tertentu saja yang bisa menjadi sahabat baik ekstrovert, itu pun biasanya orang yang sudah lama mengenal mereka.

Sementara itu, mereka yang introvert tak mudah membaur dan dekat dengan orang lain. Mereka biasanya hanya memiliki satu atau dua orang sahabat yang benar-benar mereka kenali dan percayai. Ini bukan berarti mereka sombong atau tak mau bergaul. Mereka hanya merasa tak nyaman mengekspos diri mereka kepada orang lain.  

Saat sedang berkumpul, apakah kamu senang berbagi cerita atau lebih senang menjadi pendengar setia? Mereka yang ekstrovert seringkali memilih orang introvert sebagai sahabat baik. Sebab, orang-orang introvert sangat baik sebagai pendengar dan ekstrovert senang bercerita.

Frekuensi mengecek media sosial

Seberapa sering kamu mengecek media sosial dalam sehari? Mereka yang ekstrovert cenderung menganggap media sosial adalah hal besar. Orang-orang ekstrovert bisa saja stres atau kesal jika orang lain tidak menyukai atau berkomentar pada hal yang mereka unggah. Ini menjadi salah satu penanda mereka dihargai dan diakui.

Sedangkan introvert, mereka bisa saja mengunggah status atau pernyataan kemudian pergi begitu saja. Kadang mereka tidak log in media sosial dalam beberapa hari.

Situasi tempat kerja

Apakah situasi tempat kerja favoritmu adalah ruang terbuka? Jika iya, maka tambahkan satu poin untuk ekstrovert. Mereka yang ekstrovert merasa lebih semangat bekerja di tempat terbuka, dimana mereka bisa ngobrol dan berinteraksi dengan orang lain. Orang-orang ekstrovert senang berada di keramaian. Sementara orang-orang introvert lebih nyaman bekerja di tempat yang tenang.

Bertemu orang baru

Mereka yang introvert lebih suka membicarakan hal-hal yang bersifat mendalam. Mereka juga harus mencari kesamaan minat, hobi, atau pengalaman untuk bisa mengobrol dengan orang baru. Berbeda dengan orang ekstrovert yang bisa dengan mudah mencari topik obrolan dan basa-basi yang menarik dengan siapa saja.

Ketika kamu bertemu seorang ekstrovert yang senang berbicara dan berkenalan dengan orang baru, jangan anggap mereka sok kenal karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka yang ekstrovert aktif dan senang bercerita dan melakukan pendekatan atau mendekati orang lain, bahkan dengan orang yang belum mereka kenal.

Sementara introvert tidak terlalu suka berinteraksi, mereka kadang berbicara seperlunya dan tidak akan berupaya mengakrabkan diri. Introvert biasanya adalah pengamat yang jeli. Mereka akan lebih banyak menganalis situasi sekitar dalam diam untuk mencari tahu tentang segala hal.

Melepas Stres

Mereka yang ekstrovert lebih suka menghabiskan akhir pekan dengan aktivitas dan hal-hal baru. Mereka tidak pernah merasa puas bergaul dengan orang lain dan selalu ingin menjadi bagian dari segala hal.

Hal sama dirasakan mereka yang introvert. Mereka juga senang diundang ke suatu acara atau bepergian. Hanya saja, mereka yang introvert lebih suka berada di lingkungan sosial yang lebih sempit.

Mereka yang introvert biasanya akan menyendiri selama beberapa saat untuk melepas stres, entah itu dengan nonton, membaca buku, menjelajahi internet, atau main game. Sementara orang ekstrovert akan mencari kegiatan yang bisa membuat mereka bergerak dan berinteraksi dengan orang lain.

Jika temanmu sedang banyak pikiran dan tak mau diajak pergi, jangan dipaksa. Tak semua orang bisa melepas stres dengan bepergian dan jalan-jalan. Tapi kalau temanmu adalah seorang ekstrovert, segera ajak dia bertemu dan dengarkan kisahnya. Setelah itu, alihkan perhatiannya dengan mengobrol hal lain atau melakukan kegiatan lain. 

Leave a Reply