Memahamkan Konsep Masjid sebagai Tempat Ibadah kepada Anak

Masjid adalah tempat untuk ibadah tapi sering kali dijumpai anak-anak kecil berlarian atau rewel di dalam masjid. Alhasil, ada yang terjatuh dan berdarah. Orangtua yang sigap tentu akan memberi pertolongan. Tapi, tak semua orangtua berhasil menyelipkan pemahaman dalam otak anaknya. Salah satu berkah terjadinya musibah adalah pelajaran yang tersembunyi di baliknya.

Mengobati luka bisa membantu fisik anak sembuh. Tapi, jangan lupa memahamkan konsep masjid sebagai tempat ibadah yang wajib dijaga kekhusyu’annya. Jika momen emas ini lewat, anak gagal paham konsep masjid sebagai tempat ibadah.

“Ternyata tidak aman berlarian di dalam masjid. Akibatnya, adik jatuh dan berdarah. Masjid bukan tempat untuk lari-lari. Masjid untuk sholat, dzikir, doa, membaca Alquran, dan mengaji. Allah cinta dan sayang pada anak-anak yang beribadah di dalam masjid, bukan yang berlari-larian,” tutur orangtua dengan senyum dan belaian lembut di kepala.

View this post on Instagram

Sienna bantu Omam jadi co fas

A post shared by ashar budiman (@ashar_babud) on

Sienna Kasyafani saat acara “Pengajian Pembekalan Keluarga Muda Bahagia” di masjid Nurul Aini, Tangerang. Sienna membantu panitia membagikan lembaran materi ke peserta. Saat neneknya menyampaikan materi pengajian untuk pasangan suami istri muda, putri Ben Kasyafani ini dengan sigap membantu panitia membagikan kertas materi satu per satu ke peserta.

Selama acara berlangsung Sienna juga asik dan tenang menggambar dengan kertas dan pensil warna yang sudah disiapkan dari rumah. Alhasil, Sienna tidak lari-larian atau rewel di masjid.

Banyak cara untuk memahamkan konsep masjid sebagai tempat ibadah kepada anak. Bersyukur bagi anak-anak yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang penuh ilmu dan hikmah. Mereka tumbuh dengan konsep-konsep yang baik dan benar.

Leave a Reply