Kurban Sebagai Ibadah dan Wujud Cinta Kemanusiaan

Kurban generus indonesia
Ilustrasi Foto: Antara

Hari Raya Idul Adha sarat akan makna dan kaya hikmah. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari Hari Raya Kurban. Salah satunya adalah sebagai ibadah dan wujud cinta kemanusiaan.

Ibadah kurban merupakan representasi kisah yang melibatkan tiga lakon utama antara Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail. Sebuah peristiwa yang mengisahkan mengenai ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan hamba pada Penciptanya.

Bagaimana tidak, seorang anak yang telah lama sangat dinanti kehadirannya oleh sepasang kekasih justru malah diperintah dengan segenap keikhlasannya untuk disembelih secara hidup-hidup.

Nabi Ibrahim mampu taat melakukannya dengan tingkat keikhlasan di atas rata-rata. Meskipun akhirnya Allah menggantikan tubuh Ismail dengan domba. Domba itulah yang kemudian disembelih.

Lewat perintah itu, Allah menguji ketaatan Ibrahim. Kisah ini terdapat dalam Alquran surat Ash-Shaffat ayat 103-107. Merefleksi kembali ayat ini sangatlah penting sebagai alur pembelajaran yang menyirat jutaan hikmah.

Dari hadits Ibni Majjah dan Tirmidizi dijelaskan “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengalirkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya pahalanya dicatat Allah sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.”

Kurban adalah pengorbanan pada sesuatu yang dicintai, yaitu harta yang telah diperoleh. Dengan berkurban, artinya seorang Muslim memberikan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelihnya, dan memakan dan membagikan dagingnya kepada orang-orang di sekitar.

Berkurban dapat menyucikan diri dan harta. Dengan berkurban pula, rasa kasih sayang dan peka terhadap sesama bisa ditumbuhkan.

Hari Raya Kurban merupakan saat berbagi dan menjadi perekat bangsa, di mana semua orang menikmati daging sapi dan kambing yang tidak setiap hari dikonsumsi kebanyakan rakyat Indonesia. Semua lapisan masyarakat dapat menikmati kebahagiaan dengan berbagi daging kurban, baik yang kaya maupun yang miskin.

Leave a Reply