Tri Sukses Generus

GENERUS.id – Generasi penerus atau generasi muda yang merupakan tulang punggung suatu negara perlu dibekali dan dibina dengan sebaik-baiknya jangan sampai disia-siakan. Masa muda adalah masa emas dari umur manusia.

Generasi penerus yang inilah yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan agama maupun memperjuangkan kehidupan pribadi sebagai makhluk sosial yang akan hidup di tengah masyarakat. Dan ini dapat terlaksana apabila generasi penerus merupakan generasi yang ideal apabila berhasil memenuhi 3 (tiga) kriteria yaitu :

Memiliki Akhlaqul karimah (berkelakuan baik/budi luhur)

Salah satu misi Rosululloh adalah menyempurnakan akhlak yang mulia, dan beliau sendiri telah menunjukkan keteladanannya kepada umatnya dengan akhlaqul karimah di dalam memimpin umat, menjalankan dan menyiarkan agama Alloh.

Oleh sebab itu sudah selayaknya sebagai generasi penerus Muslim harus memiliki akhlaqul karimah dan menghindari su’ul khuluq (Akhlak yang jelek). Akhlak yang mulia adalah akhlaknya orang iman, akhlaknya ahli surga dan akhlak yang dicintai oleh Alloh. Dengan akhlak yang mulia remaja sebagai generasi penerus akan menjadi orang yang terhormat dan kehadirannya akan diterima dengan baik oleh lingkungan masyarakat.

Sebagai contoh tentang akhlak yang baik dan mulia, baik menurut pandangan manusia maupun agama (Qur’an Hadits) adalah : berbicara dan berbahasa yang baik, tata krama, sopan santun, unggah ungguh, papan-emapan-adepan, jujur, amanah, bisa dipercaya, silaturrohim, menghormat dan mengagungkan kepada orang yang lebih tua.

Khususnya berbakti kepada orang tua dan berusaha untuk menyenangkan hati mereka, dan lain-lain. Adapun contoh budi pekerti yang jelek adalah : berdusta, menipu, ingkar janji (khianat), sombong, menghina, dengki, meremehkan, drengki, iri hati, dendam dan lain-lain perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Alim dan Faham agama (Faqih)

Tidak bisa ditawar lagi bahwa generasi penerus (Generus) harus menjadi orang alim (memiliki ilmu Qur’an Hadits) dan memiliki kepahaman yang tinggi sebagai persyaratan utama untuk kelangsungan Qur’an Hadits ila. Sebab remaja yang bodoh dan tidak paham agama bukan ahlinya untuk diserahi tanggung jawab mengurus agama ini dan pasti akan merusak masa depan dan kelangsungan Qur’an Hadits.

Mempunyai ketrampilan untuk hidup mandiri

Generasi tua tentunya ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan yang kuat, baik jasmani, rohani maupun ekonominya dan tidak ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan yang lemah dan du’afa. Karena dengan dukungan ekonomi yang mantap, selain bisa untuk mencukupi keperluan hidupnya, urusan ibadah dan perjuangannya juga menjadi lebih lancar.

Apalagi di zaman akhir seperti ini, baik urusan dunia maupun akhirat diperlukan biaya dan dana yang cukup banyak. Pepatah mengatakan Jer Basuki Mawa Beya. Selain itu jika remaja Islam bisa mandiri, maka mereka akan lebih percaya diri, karena tidak bergantung kepada orang lain dan pada akhirnya bisa lebih semangat dalam memperjuangkan Qur’an Hadits tanpa harus didikte dan dipengaruhi oleh orang lain yang tidak beriman.

Untuk mencapai keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari peranan berbagai pihak terutama peranana orang tua. Karena bagi orang tua mempunyai anak adalah amanat yang harus dididik dan diramut tentang agamanya dan akan dimintai pertanggungjawaban sampai dihadapan Alloh nanti. Di tangan orang tua watak dasar dan kepribadian anak akan terbentuk.

Dalam hal ini, kedua orang tua sudah semestinya paling termotivasi untuk membimbing dan mendidik kepada anak-anaknya. Orang tua sama sekali tidak boleh dayust, sembrono, embuh ora weruh terhadap pendidikan anak-anaknya. Orang tua harus mengontrol dan mengevaluasi proses pendidikan anak-anaknya untuk menjadi anak yang sholih dan sholihat.

Anak yang sholih sholihat merupakan tambang emas bagi kedua orang tuanya, baik di dunia maupun di akherat. Tetapi sebaliknya apabila orang tua lengah dan sembrono dalam mendidik mereka sehingga mereka akan menjadi anak yang durhaka. Semestinya anak menjadi permata hati akan berbalik menjadi musuh yang menyengsarakan di dunia dan akherat.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *